Teks Narasi

Teks Narasi

Penjelasan lengkap mengenai teks narasi mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur, tujuan, kaidah kebahasaan, dan contoh penulisan yang baik dan benarnya. Membaca adalah kegiatan positif yang bisa dilakukan di berbagai tempat dan membaca sudah diajarkan sejak kecil. Buku bacaan memang bervariatif mulai dari buku pelajaran sampai buku yang berisikan teks narasi. Novel menjadi buku teks narasi yang disukai masyarakat, karena penulisan teksnya harus dilakukan dengan kaidah yang benar dan bukan hal mudah untuk menyusun teks narasi yang menarik.

Pengertian Teks Narasi

Pengertian teks narasi adalah sebuah teks yang disusun dengan runtutan kejadian yang jelas dan teks narasi menjadi salah satu jenis pengembangan penggunaan paragraf dalam suatu tulisan. Teks ini bisa berupa fiksi atau non fiksi. Karya seni yang menggunakan teks narasi seperti cerpen, novel, biografi dan lain-lain. Penulisan teks ini sangatlah didasarkan pada urutan waktu yang tepat dan runtut.

Dalam sebuah teks, cerita yang dibuat bisa berupa cerita fakta atau cerita hasil karangan dan teks narasi disusun untuk menghibur pembacanya. Cerita bisa dihasilkan dari pengalaman pribadi penulis atau hasil pengamatan yang dilakukan penulis. Roman menjadi salah satu contoh cerita imajinasi yang sifatnya fiksi.

Ciri-Ciri Teks Narasi

  • Ada unsur tindakan atau perbuatan pada ciri-ciri teks narasi
  • Diurutkan berdasarkan waktu
  • Bisa fiksi atau non fiksi
  • Memakai kata ulang
  • Ada unsur tempat
  • Ada unsur suasana
  • Ada unsur waktu
  • Menjelaskan suatu peristiwa
  • Ada sudut pandang pengarang

Kaidah Kebahasaan Teks Narasi

  1. Memakai Kata Kiasan

Kata Kiasan atau metafora adalah gaya bahasa yang dipakai untuk membandingkan suatu hal secara langsung dan metafora sering disebut sebagai gaya bahasa perbandingan. Kata kiasan atau metafora ditambahkan dalam teks narasi supaya cerita yang disajikan lebih menarik dan teks lebih enak untuk dibaca. Contoh metafora yang ditemukan seperti Meymey adalah hewan kelas dunia, Ratu melam keluar dari ufuk barat dan conroh lainnya.

  1. Memakai Kata Kerja

Penulisan teks narasi menggunakan kata kerja transitif dengan intransitif. Kata kerja transitif adalah suatu kata kerja yang biasanya diikuti dengan objek dan kata kerja transitif bisa diubah ke dalam bentuk yang pasif. Sedangkan kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan sebuah objek untuk melengkapi kalimat dan tidak dapat diubah ke bentuk yang pasif.

  1. Memakai Kata Benda

Kata benda adalah suatu kata yang banyak muncul di kaidah kebahasaan teks narasi dan penggunaannya disesuaikan dengan topik yang dipilih. Kata benda terbagi menjadi 2 yaitu kata benda kongkret dengan kata benda abstrak. Kata benda kongkret biasanya untuk benda yang terlihat dengan panca indra dan kata benda abstrak biasanya untuk benda yang terlihat dengan pikiran.

  1. Memakai Kata Sifat

Kata Sifat adalah kelas kata yang biasanya mengubah kata benda atau kata ganti menjadi sebuah hal yang lebih spesifik atau rinci. Pada dasarnya kata sifat menerangkan kualitas, kuantitas, penekanan, kecukupan atau urutan. Contoh kata sifat yang biasanya muncul di teks narasi seperti kaya, jauh, keras dan lain-lain.

  1. Memakai Frasa atau klausa

Frasa atau klausa merupakan suatu gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya nonpredikatif dan frasa atau klausa sangatlah berguna untuk pembentukan sebuah kalimat. Frasa biasanya dimunculkan dalam pembentukan teks narasi dan dengan frasa, maka teks akan lebih enak dibaca. Pembaca tentu lebih menyukai kalimat berfrasa, karena dianggap lebih menarik.

  1. Kata Penghubung

Dalam penyusunan sebuah kalimat, pasti membutuhkan kata penghubung, sehingga kalimat menjadi lebih variatif. Tidak hanya kalimat, kata penghubung juga dipakai untuk menghubungkan kata dengan kata. Teks ini akan lebih enak dibaca saat menggunakan kata penghubung yang baik dan benar.

Teks Narasi

Struktur Teks Narasi

  1. Orientasi

Orientasi dalam sebuah struktur teks narasi akan membuat pengenalan tokoh yang disertai dengan latar waktu yang jelas dan akan membuat kesan awal cerita terlihat lebih menarik. Dengan orientasi yang baik, maka pembaca akan mengetahui berbagai hal mengenai cerita dan orientasi menjadi langkah awal yang sangat penting dalam menyusun suatu teks.

  1. Komplikasi

Komplikasi adalah bagian yang memuat berbagai permasalahan cerita dan pada bagian komplikasi berbagai masalah mulai bermunculan, karena jalannya cerita dimulai dari bagian komplikasi. Awalnya melakukan pengenalan permasalahan, kemudian dilanjutkan dengan permasalahan yang lebih konflik dan lebih banyak menciptakan suasana yang variatif.

  1. Resolusi

Resolusi merupakan bagian yang menjelaskan mengenai kehebatan tokoh dalam memecahkan berbagai masalah yang diceritakan pada tahap komplikasi dan disini tokoh mendapatkan ide untuk suatu permasalahan. Pemecahan masalah sangatlah bervariasi, tergantung siapa tokohnya dan tergantung cerita yang ditulis oleh penulisnya. Semakin baik cara pemecahan maalahnya, maka akan semakin disukai pembaca.

  1. Koda

Koda adalah bagian akhir dalam sebuah teks narasi dan disini biasanya disimpulkan semua rincian cerita. Dengan koda inti dari sebuah cerita bisa diketahui dengan cepat.

Tujuan Narasi

  • Memberikan informasi mengenai teks narasi
  • Menambah wawasan mengenai runtutan sebuah cerita
  • Menambah wawasan pembaca
  • Menyajikan pengalaman estetis
  • Menyajikan pola pemikiran baru

Contoh Teks Narasi

  1. Judul : Waduk Jati Gede

Waduk jatigede adalah salah satu waduk terbaru yang berlokasi di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Dalam sejarahnya, pembangunan waduk ini telah direncanakan sejak jaman penjajahan Belanda di Indonesia. Langkah pertama yang dilakukan pemerintah dalam rangka pembangunan waduk jati gede adalah melakukan relokasi masyarakat yang berada di kawasan waduk dan ada sekitar 28 desa di 4 kecamatan yang terkena dampak relokasi.

Relokasi yang pertama dilakukan pada tahun 1982, namun masih banyak masyarakat yang menentang. Desain waduk jatigede telah ada sejak tahun 1988 dan proses kontruksinya baru muncul di tahun 2007 sampai 2015. Tepat pada 31 Agustus 2015, waduk jatigede diresmikan pemerintah dan Basuki Hdimulyono adalah pihak kementrian yang melakukan peresmian

Pembangunan waduk ini dimulai sejak kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2008, namun baru selesai di era kepemimpinan Jokowi Dodo pada tahun 2015. Pembagunan waduk jatigede dilakukan dengan cara membendung waduk cimanuk dengan kapasitas tampung sekitar 979,5 juta meter kubik air dan waduk jari gede menjadi salah satu waduk terbesar yang ada di Indonesia.

Waduk jatiogede difungsikan sebagai pembangkit listrik tenaga air atau PLTA dan waduk jatigede juga dijadikan sarana irigasi untuk mengalirkan air ke sawah-sawah. Jatigede juga digunakan untuk budidaya air tawar dan pengembangannya dipakai untuk tempat wisata. Air dari waduk jatigede dapat menyuplai lahan pesawahan yang berada di kabupaten Majalengka, Cirebon dan Indramayu.

Waduk jadigede juga dapat menyuplai air bersih bagi warga sekitar dan daya suplai air bersihnya sekitar 3500 meter kubik per detik. Waduk jatigede juga bisa meredam banjir dan bisa menjauhkan kawasan Sumedang dari kekeringan.

Waduk jatigede menyimpan potensi wisata yang sangat besar, karena memiliki keindahan alam yang keren dan hamparan air berpadu dengan puncak bukit yang berada di area genangan. Wisata alam ke jatigede sangatlah seru, karena masih sangat asri dan harga tiket masuknya terjangkau untuk semua kalangan masyarakat.

Demikian ulasan lengkap mengenai teks narasi mulai dari pengertian, kaidah, ciri-ciri, tujuan, struktur, dan contoh yang benarnya. Semoga semua bahasan memberikan manfaat bagi para pembacanya.