Tugas Komisaris

Tugas Komisaris

Penjelasan lengkap mengenai tugas komisaris, gaji perbulan, kualifikasi, dan tanggung jawab di perusahaan saat bekerja sebagai dewan ataupun direksi. Pada setiap perusahaan pasti mempunyai organisasi penting paling tinggi yang biasa disebut dengan direksi maupun dewan. Direksi adalah organisasi perseroan yang memiliki kewenangan sekaligus bertanggung jawab terhadap segala pengurusan dan kepentingan perseroan. Direksi harus bisa menjelaskan maksud dan tujuan perseroan serta selalu mewakili perseroan dalam kegiatan di luar perusahaan. Seperti salah satu contohnya yaitu mengikuti RUPS atau rapat umum pemegang saham yang membahas anggaran perseroan maupun kinerja perseroan selama beberapa quarter terakhir. Hal ini sudah tercantum didalam pasal 1 bait 5 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007.

Komisaris sangat berbeda dengan direktur, jadi jangan disamakan antara kedua profesi ini. Karena komisaris hanya berurusan dengan direksi perseroan yaitu kumpulan orang-orang yang memiliki kepentingan di perseroan. Sedangkan direktur memiliki kepentingan terhadap direksi perseroan dan juga perusahaan. Untuk pekerjaannya juga berbeda, karena tugas komisaris hanya fokus terhadap keuangan perusahaan, saham perusahaan, dan perkembangan perusahaan. Sedangkan direktur fokus terhadap segala bidang di perusahaan tersebut, baik itu pada bagian produksi, assembling, hingga finishing dan pemasaran produk tersebut.

Loading...

Di setiap perusahaan juga pastinya akan mempunyai komisaris, baik itu hanya 1 sebagai komisaris utama saja maupun lebih dari 1 komisaris dimana salah satunya adalah komisaris utama. Mengingat nasihat harus selalu diberikan untuk direksi perseroan, tentu seorang komisaris harus pandai dalam mencari potensi sehingga perseroan dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya. Jadi untuk itulah tugas komisaris, walaupun hanya memberikan nasihat saja, namun jika salah memberikan nasihat maka akan fatal akibatnya dan jika perseroan mengalami kerugian harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut.

Baca Juga : Tugas Direktur, Gaji, Syarat, Keahlian, dan Tanggung Jawab

Maka dari itu untuk Anda yang saat ini mau mencalonkan diri sebagai komisaris perusahaan, silakan perbanyak wawasan Anda mengenai perusahaan maupun bisnis perusahaan. Baik itu di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan, tentu seorang komisaris harus pintar dalam memberikan petunjuk yang berarti. Jadi apabila perusahaan dapat berjalan lebih baik dari sebelumnya, maka seorang komisaris bisa mendapatkan bonus yang lebih besar dari gaji perbulannya.

Loading...

Mengenai tugas komisaris sebenarnya akan lebih besar tanggung jawabnya daripada seorang direktur, berikut adalah tugasnya:

  1. Melakukan pengawasan pada setiap kebijakan pengurusan terhadap perseroan, juga memberikan nasihat kepada direksi perseroan. Hal ini dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas perseroan, sehingga tujuan perseroan menjadi lebih jelas kedepannya
  2. Bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian yang dialami oleh perseroan apabila yang bersangkutan terbukti lalai atau bersalah dalam menjalankan pekerjaannya. Namun jika yang bersangkutan tidak terbukti lalai atau bersalah maka tidak dapat dinyatakan bersalah
  3. Melakukan pengamatan terhadap kegiatan perseroan dengan cermat dan penuh kehati-hatian
  4. Membuat risalah rapat dewan dan wajib menyimpan salinannya untuk berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan
  5. Memberikan laporan kepada perseroan atas kepemilikan saham di perseroan tersebut maupun perseroan lainnya
  6. Memberikan laporan dari hasil pengawasan yang telah dilakukan selama tahun buku yang baru, mulai dari q1 hingga q4 saat RUPS berlangsung
  7. Memberikan nasihat kepada direksi perusahaan agar tidak salah dalam mengambil keputusan.

Tugas komisaris memang berat, namun sebanding dengan gaji perbulan yang diperolehnya. Berikut adalah gaji komisaris:

  1. Gaji komisaris di perseroan BUMN seperti contohnya pertamina yaitu Rp 3.200.000.000 perbulan atau sekitar 38 miliar pertahun
  2. Gaji komisaris di perseroan nasional yang skala besar secara umum berkisar mulai dari Rp 800.000.000 hingga Rp 1.200.000.000 perbulan
  3. Gaji komisaris di perseroan multinasional berkisar mulai dari Rp 2.000.000.000 hingga Rp 8.000.000.000 perbulan
  4. Gaji komisaris di perseroan nasional skala menengah mulai dari Rp 300.000.000 hingga Rp 750.000.000 perbulan
  5. Gaji komisaris di perseroan nasional skala kecil mulai dari Rp 120.000.000 hingga Rp 250.000.000 perbulan.

Gaji tersebut merupakan gaji bersih komisaris perbulannya, jadi belum termasuk dengan tunjangan dan bonus pencapaian kerja. Tidak heran jika hampir semua pekerja fokus mengerjakan tugas agar bisa menjadi dewan maupun direksi di perseroan seperti halnya kedudukan sebagai komisaris. Karena itu banyak yang bekerja keras dan giat setiap harinya di perusahaan untuk dapat mencapai kedudukan sebagai komisaris. Karena untuk menjadi komisaris, tentu harus di lakukan dari bawah terlebih dahulu yaitu sebagai karyawan biasa di suatu perusahaan. Setelah Anda mengetahui besarnya gaji komisaris, berikut adalah kualifikasi untuk dapat menjadi komisaris di suatu perusahaan atau perseroan:

  1. Tidak pernah dinyatakan bangkrut atau pailit dalam kurun waktu 5 tahun sebelum masa pencalonan kandidat komisaris
  2. Tidak pernah menjabat sebagai anggota direksi maupun anggota dewan dan dewan pengawas yang dinyatakan bersalah sehingga menyebabkan perseroan bangkrut atau pailit dalam kurun waktu 5 tahun
  3. Tidak pernah dihukum atau tidak pernah terlibat atas tindak pidana yang merugikan keuangan perseroan dalam kurun waktu 5 tahun sebelum masa pencalonan
  4. Memiliki wawasan yang luas terhadap perseroan
  5. Tidak mempunyai kepentingan terhadap golongan tertentu

Itulah kualifikasi yang dibutuhkan untuk dapat menjadi komisaris di suatu perusahaan, tentu Anda harus memiliki pengalaman bekerja minimal 5 tahun dan menjalankan tugas dengan baik terlebih dahulu di perseroan. Untuk tanggung jawab bekerja selama di perusahaan maupun di luar perusahaan yaitu sebegai berikut:

  1. Bertanggung jawab atas semua kerugian yang dialami perusahaan apabila memang terbukti bersalah sehingga menyebabkan perusahaan pailit atau bangkrut
  2. Bertanggung jawab terhadap semua kebijakan yang berlaku di perseroan
  3. Bertanggung jawab dalam mengembangkan perseroan sehingga lebih baik dari sebelumnya
  4. Bertanggung jawab atas segala langkah yang diambil perseroan
  5. Bertanggung jawab atas asset perusahaan, baik itu ekuitas dan asset lancar maupun tidak lancar.

Setelah Anda mengetahui tanggung jawab yang dipikul seorang komisaris dalam menjalankan perseroan, tentu sekarang Anda akan paham betapa beratnya menjadi seorang komisaris. Namun hal itu juga berbanding lurus dengan besarnya gaji perbulan sebagai seorang komisaris perusahaan. Jadi apabila Anda memang sudah memantapkan niat untuk menjadi komisaris di suatu perusahaan, harus siap bertanggung jawab atas segala resiko pekerjaan. Itulah penjelasan lengkap mengenai tugas komisaris, gaji, kualifikasi, dan tanggung jawab saat bekerja di perusahaan.