Contoh Kwitansi

Contoh Kwitansi

Contoh kwitansi kosongan untuk pembayaran, jual beli tanah, rumah, mobil, dan motor, serta buat transaksi perusahaan dalam menggaji karyawan. Kwitansi adalah merupakan sebuah dokumen yang sangat penting dalam transaksi jual beli, antara beberapa pihak yaitu dua pihak atau lebih. Dengan adanya kwitansi tersebut, penjualan akan dianggap sah karena sejatinya pelanggan telah melakukan pembayaran tagihannya dan kepada pihak penjual pun mendapatkan sejumlah keuntungan. Legalitas kwitansi bisa dipercaya, apabila kepada penjual telah melakukan tanda tangan dan nota tersebut sudah bisa di cantum kan ke dalam laporan keuangan nya.

Berbagai transaksi dalam ekonomi, kita pasti sering menjumpai banyak format kwitansi pembayaran. Apalagi jika kamu adalah seorang pelaku usaha atau seorang pebisnis, salah satu elemen ini akan sering di temui. Kwitansi berfungsi dengan sebagai dokumen transaksi perusahaan yang sangat penting untuk sebuah pembukuan.

Loading...

Bagi sebagian orang menganggap, mungkin jika kwitansi bukan lah sesuatu hal yang terlalu penting alias egp. Namun tetap saja, bagi para pemilik usaha atau bisnis, bukti dokumen ini benar harus didapatkan apabila melakukan jual beli dengan pihak – pihak supplier. Mengapa demikian? karena kwitansi itu akan di masuk kan ke dalam laporan biaya pengeluaran dan tentu saja berpengaruh terhadap finansial bisnis mereka.

Pentingnya Kwitansi untuk Pelaku Usaha

Para pelaku usaha atau pengusaha wajib perlu mengetahui cara membuat kwitansi, karena hal itu akan berhubungan langsung dengan bisnis yang mereka sedang jalan kan. Dengan mereka mengetahui cara pembuatan kwitansi, tentu hal ini akan membantu proses pada keuangan usaha bisnis mereka agar berjalan dengan lancar.

Loading...

Mengapa demikian pentingnya? Karena keuangan perusahaan atau usaha yang baik akan dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu salah satunya adalah adanya bukti keuangan yang sah. Bukti keuangan tersebut berperan sangat penting dan dalam proses pencatatan laporan keuangan, sehingga pelaku usaha dan perusahaan nya perlu menyimpan bukti keuangan tersebut.

Kwitansi itu memang bukan lah satu – satunya sebagai bukti pembayaran sah yang biasa digunakan oleh para pelaku bisnis. Contohnya saja nota kontan, surat cek, surat faktur (Invoice), debet dan juga bilyet giro masih sering untuk dipakai. Namun tetap saja kwitansi adalah pembayaran yang memang menjadi yang paling populer di bandingkan jenis surat – surat pembayaran lainnya. Bagaimana cara membuat kwitansi tersebut?

Baca Juga : Peluang Usaha yang Menjanjikan Di Tahun Ini

Cara Membuat Kwitansi

Ada beberapa hal yang penting yang mesti harus tercantum di dalam sebuah kwitansi. Dia adalah dua aspek yang paling penting, logo dari sebuah instansi atau lembaga, perusahaan dan juga terdapatnya sebuah tandatangan. Mengapa begitu penting? Karena dari kedua hal tersebut akan menjadi bukti transaksi, jika transaksi jual beli bisa dilakukan dan sah secara legalitas hukum. Beberapa aspek – aspek lainnya yang menjadi bahan perhatian dan pertimbangan dalam ke absahan suatu transaksi jual beli adalah:

  1. Adanya Materai: Di beberapa jenis surat kwitansi, materai menjadi salah satu aspek penting yang mengesahkan sebuah surat kwitansi. Membubuhkan meterai pada surat kwitansi yang dimiliki tidak bisa asal saja. Untuk surat kwitansi dengan nilai transaksi di atas Rp. 250.000 maka, harus memberikan meterai dengan nominal Rp. 3000, dan jika melakukan transaksi dengan nilai di atas Rp. 1.000.000 maka, wajib perlu memberikan meterai dengan nominal Rp. 6000. Selain itu, pastikan agar tanda tangan yang di berikan mengenai meterai yang telah di tempel agar bersifat resmi.
  2. Terdapat Nama Pihak: Memberikan informasi pelaku jual beli dan kepada siapakah surat kwitansi tersebut diberikan dengan harus mengisikan nama lengkap. Nama lengkap ini tentunya biasanya di isi oleh orang atau daripada instansi yang melakukan transaksi atau yang memberikan uang.
  3. Apa Jenis Produk nya: Dalam surat kwitansi pembayaran produk, apa yang menjadi jenis barang yang dibeli juga harus tertera dengan lengkap, dengan jumlah kuantitas produk yang telah dibeli.
  4. Berapa Jumlah Harga yang Tertera: Total harga, yang menjelaskan jumlah yang harus dibayarkan oleh pihak pembeli kepadaa penjual.
  5. Berapa Nomor Kwitansi nya: Untuk membedakan diantara satu surat kwitansi dan dengan kwitansi lainnya, Biasanya akan ditulis dengan menggunakan huruf dan abjad sesuai dengan keinginan pihak penjual sebagai bukti keabsahan kwitansinya.
  6. Tujuan pembayaran: Jangan lupa untuk menulis tujuan pembayaran. Biasanya, kolom ini diisi dengan tujuan dilakukannya pembayaran ini. Contoh, jika kamu melakukan pembayaran untuk pembelian motor, maka, tulislah pembayaran motor dengan jenis dan hal lainnya yang berkaitan.
  7. Cap/Stempel: Untuk memperkuat legalitas dari kwitansi yang kamu miliki, kamu bisa memberikan cap pada kwitansi tersebut. Pemberian cap biasanya disesuaikan dengan cap perusahaan atau instansi dari perusahaan kamu.

Baca Juga : Bisnis Rumahan Dari Rumah Tanpa Modal

Contoh Kwitansi Jual Beli Rumah

Untuk Anda yang hendak download contoh kwitansi rumah seperti diatas, bisa langsung kunjungi kwitansi rumah PDF.

Contoh Kwitansi Transaksi Produk

Contoh kwitansi jenis ini menjelaskan jenis barang apa yang telah dibeli konsumen. Di dalam surat kwitansi tersebut tercantum dengan sangat lengkap mengenai nomor seri barang, tipe barang, alamat konsumen, dan harga barang tersebut, contoh diatas adalah kwitansi transaksi jual beli motor, mobil, maupun rumah.

Contoh Kwitansi Perusahaan

Jenis contoh kwitansi bukti pembayaran perusahaan terhadap karyawan seperti ini menjadi adanya bukti pembayaran yaitu bisa berupa angsuran atau pelunasan. Semua ini akan menjadi bukti kuat ketika kamu bisa menyediakan kwitansi bukti pembayarannya.

Contoh Kwitansi Pembayaran

Untuk yang mau download contoh kwitansi kosong diatas, bisa langsung kunjungi disini kwitansi DOC.

Contoh Kwitansi Transfer Uang

Biasanya jenis contoh surat kwitansi transfer uang seperti ini digunakan pada instansi perbankan. Sebab surat kwitansi transfer uang ini memiliki keterangan lebih jelas seperti dengan mencantumkan nomor rekening dari si nasabah.

Contoh Kwitansi Cash Receipt

Contoh kwitansi cash receipt adalah yang digunakan dalam lingkungan kerja online. Kwitansi cash receipt ini menerangkan dana keluar atau masuk yang tembusannya akan dilakukan pengarsipan sebagai bukti keuangan saat audit nanti.

Contoh Kwitansi Serah Terima Uang

Jenis contoh surat kwitansi serah terima uang berikut ini adalah yang paling sering digunakan. Pada surat kwitansi serah teima uang ini, kamu harus mencantumkan jumlah uang yang akan diserahkan kepada seseorang, lembaga, atau perusahaan tertentu.

Ciri – Ciri Contoh Surat Kwitansi yang Sah

Adapun beberapa ciri dari surat kwitansi, yang diantaranya sebagai berikut ini:

  1. Surat Kwitansi di bagi ke dalam 2 “dua” bagian diantaranya yakni bagian kiri disebut dengan sub kwitansi “bagian ini di gunakan sebagai bukti bagi yang menerima uang” dan bagian sebelah kanan diberikan kepada yang membayar atau menyerahkan sejumlah uang.
  2. Adapun surat kwitansi yang dibuat rangkap, dimana bagian paling atas atau bagian yang asli diberikan kepada yang membayar dan bagian bawah atau arsip nya bagi yang menerima sejumlah uang.
  3. Informasi yang dimuat dalam surat kwitansi diantaranya: nama lengkap yang menyerahkan sejumlah uang, jumlah uang yang di serahkan atau di bayarkan, tempat maupun tanggal penyerahan uang dan nama lengkap maupun tanda tangan penerima.

Hal yang Wajib Diperhatikan Dalam Membuat Kwitansi

Mengisi dan membuat surat kwitansi, kita tidak boleh untuk sembarangan. Jika salah, maka hal ini bisa berakibat fatal dan buruk pada diri kita, mengingat, hal ini berkaitan erat dan berhubungan dengan masalah uang. Untuk itu, perlu berhati-hati dan memperhatikan poin-poin dalam mengisi surat kwitansi berikut,

  1. Berikan tanda penutup di akhir kalimat dalam surat kwitansi.
    Hal ini sangat berguna untuk menghindari namanya hal-hal yang tidak diinginkan, sebut saja seperti adanya penambahan kata-kata untuk keperluan tertentu.
  2. Tanda tangan wajib mengenai meterai.
    Saat surat kwitansi dibubuhkan pada meterai, pastikan agar tanda tangan tersebut mengenai meterai agar menguatkan legalitas dari surat kwitansi tersebut, bila tidak, surat kwitansi tersebut akan dipertayakan ke absahannya, apalagi dengan jumlah nominal yang cukup besar untuk suatu usaha.
  3. Tidak menandatangani kwitansi yang kosong.
    Jangan pernah mempercayai siapapun. Mengapa? Bila memberikan surat kwitansi kosong, siapa pun dia, sebaik apapun dia bagi para pelaku usaha atau bisnis, tetap harus pastikan agar tidak menandatangani surat kwitansi yang kosong, karena, pastinya bisa disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Contoh Kasus Akibat Tidak Adanya Bukti Surat Kwitansi

Kasus 1 – Surat Kwitansi Pelunasan

Salah satu konsumen di Home Credit Indonesia bernama Mike Sampul, Depok – Jawa Barat dengan no kontrak 3802555610. Jujur Mike kecewa sekali dengan pelayanan dari Home Credit Indonesia. Awal pertama mike mengajukan pembiayaan multi guna, pihak sales Home Credit Indonesia tidak memberitahukan dan mengarahkan mike untuk mengirimkan kwitansi pemakaian dana tsb untuk apa saja. Bahkan tidak diberitahu bahwa ternyata dibatasi waktu satu bulan sejak dana dicairkan.

Dan benar saja pada saat mike melakukan pelunasan di awal dia merasa dirugikan karena di haruskan membayar denda sebesar satu bulan cicilan. Jelas itu bukan kesalahan mike karena pihak HCI tak pernah memberitahu sebelumnya. Mike tahu setelah menghubungi Costumer Service. Mike hanya minta penghapusan denda kwitansi, tapi kami justru dipersulit. Dilempar sana lempar sini.

Karena tak ada tanggapan mengenai denda kwitansi dengan terpaksa mike pun mengadakan pelunasan di awal pada tanggal 22 Maret 2020 Pukul 14:14 WIB sejumlah Rp. 10.577.700,- (sudah termasuk denda kwitansi) Setelah mike bayar wajar jika mike meminta Surat Lunas yang adalah merupakan hak mike. Dan menurut pihak HCI prosesnya tiga hari, tapi sampai saat ini sudah 5 hari sejak pelunasan Surat Lunas mike tidak pernah di terima.

Penjelasan pun sama saja selalu bilangnya tiga hari, kalau mike terlambat sehari saja bisa – bisa 50 kali di telpon oleh pihak HCI. Tapi sekarang mana tanggung jawab pihak HCI? Email tidak di balas, menelpon ke mike pun tidak. Mike minta surat lunas mike segera dikirim sekarang karena mike perlu sekali!!!

Kasus 2 – Adanya Pungli yang tidak Sesuai Surat Kwitansi

Panitia Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)  Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari Kendal, diduga melakukan pungutan liar (pungli). Pasalnya, banyak terjadi kejanggalan diantaranya penarikan uang dengan besaran Rp700 ribu – Rp1,2 juta yang dibebankan kepada warga penerima PTSL. Salah satu penerima PTSL, Mualim warga Dukuh Lomansari Rt 01 Rw 16, Desa Gempolsewu misalnya mengeluhkan pungutan tersebut. Ia mengatakan ditarik uang sebesar Rp1 juta oleh perangkat desa yang masuk dalam Panitia PTSL.

Yang melakukan penarikan uang saat itu adalah Kadus Lomansari, besarannya Rp1 juta. Tapi dalam kwitansi hanya ditulis Rp100 ribu. Ia dan istrinya mengaku sudah sempat menanyakan perihal alasan kenapa hanya dikasih kwitansi Rp 100 ribu. Tapi warga suruh membayar Rp 1 juta untuk biaya pengurusan sertifikat yang sedianya hanya ditarik Rp 150 ribu saja.

Kadus tersebut berujar bahwa cukup bukti kwitansi itu nanti sudah mencakup seluruh biaya pengadaan sertifikat melalui PTSL. Hal senada dikatakan Wahyudi, warga Dusun Karangsari, RT 01 Rw 10 Desa Gempolsewu. Ia mengaku sempat ditarik uang sebesar Rp900 ribu. Ia sendiri tidak mengetahui rincian biaya tersebut akan dipergunakan untuk apa. Katanya untuk biaya pengeringan tanah dan biaya akta jual beli tanah!

Warga yang keberatan kemudian protes karena biaya yang dibebankan terlalu tinggi. Karena banyaknya warga yang protes, oleh pihak desa kemudian dikumpulkan di Balai Desa setempat. Biaya pengurusan tersebut kemudian dipukul rata sebesar Rp450 ribu untuk seluruh penerima PTSL. Akhirnya, uang yang sudah terlanjur dibayarkan warga sebagian telah dikembalikan oleh Panitia PTSL. Namun dengan syarat, warga harus mengembalikan kwitansi bukti pembayaran yang lama.

Tujuannya untuk diganti dengan kwitansi yang baru. Janggalnya, kwitansi yang baru hanya tertera stempel saja. Tidak ada nama penerima. Kalau kwitansi yang pertama ada, yakni nama kadusnya masing-masing. Sekarang hanya stempel saja, rincian biaya juga berbeda-beda.

Lantaran tidak jelas penggunaannya, warga akhirnya melakukan protes keberatan. “Sebab rincian Rp 450 ribu itu digunakan untuk apa juga tidak jelas. ,makanya hari ini kami melapor ke Inspektorat Kendal,” imbuhnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Inspektorat Kendal, Tatang Iskandariyanto mengaku telah menerima aduan warga.

Jika PTSL dengan mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri. Yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (DPDTT). Dimana besaran penarikan biaya adalah sebesar Rp 150 ribu.  Adapun biaya lain sesuai Perda masih diperbolehkan namun harus melalui mekanisme musyawarah mufakat.

Sementara Kepala Kantor BPN Kendal, Priyanto  mengakui jika pengurusan PTSL diserahkan kepada perangkat desa dan kelompok masyarakat desa setempat sebagai panitia. Pihak BPN tidak ikut campur dalam hal pembiayaan. Biaya PTSL sesuai SKB tiga menteri diakuinya hanya sebesar Rp 150 ribu. Dana tersebut diperuntukkan untuk pengadaan patok atau batas tapal tanah tiga buah, dan materai satu buah. Selain itu juga untuk penyuluhan petugas ukur BPN, sidang Panitia A, Pengumuman dan Penerbitan SK Hak, penerbitan dan pembagian Sertifikat. Dana tersebut adalah dana yang telah ditanggung APBN.

Selain itu ada dana yang ditanggung oleh Penerima PTSL. Yakni biaya pra kegiatan, penyiapan berkas, termasuk pembuatan Akta, BPHTB dan PPh jika ada proses balik nama. Begitupun honor Panitia PTSL ataupun Pokmas ditanggung oleh penerima PTSL secara gotong royong. Patok dari APBN hanya tiga buah, jadi kalau tanahnya berbentuk segi empat tau segi lima maka biaya patok ditanggung oleh penerima PTSL. Materai juga demikian, jika yang dibutuhkan lebih dari satu maka sisanya harus ditanggung oleh penerima PTSL.

Intinya, tambah penambahan biaya diluar biaya PTSL sebesar Rp 150 ribu menurutnya masih diperbolehkan. Sepanjang Akuntabel (bisa dipertanggungjawabkan), terukur (jelas rinciannya) dan logis (tidak mengada-ada pembiayaan) dan Jika ada petugas BPN yang menarik biaya, bisa dilaporkan kepada kami atau aparat penegak hukum.

Kesimpulan

Demikian informasi yang perlu diketahui untuk cara membuat kwitansi. Dengan semakin majunya zaman, muncul berbagai kebutuhan untuk pembuatan akuntansi mulai dari pembuatan invoice, laporan keuangan, kwitansi dan lainnya. Kamu bisa belajar membuat kwitansi kapanpun dan dimanapun. Selain itu, kamu bisa langsung mengirimkan kwitansi kepada pihak yang berkaitan bila nanti diperlukan. Ayo mulai rasakan kemudahan dalam membuat kwitansi dengan lebih format kwitansi pembayaran yang lebih praktis dan cepat dengan mempelajari artikel ini.

error: Content is protected !!